Kamis, 23 Juni 2011

Cintailah Cinta Ibarat Air

CINTAILAH CINTA IBARAT AIR

Kau berlari mengejar Angin,
Tak tertangkap hanya hembusan,
Angin itu cepat berlalu,
Waktu tak bisa diputar bukanlah lagu.

Air s'lalu ada disekitarmu,
Meski diabaikan olehmu,
Mengalir tapi pasti,
Jika kita mampu sadari.

Cintailah Cinta Ibarat Air,
Saat haus kita butuh Air,
Air suburkan tanah yang kering,
Hati tak lagi gersang.

Angin tak bisa dipercaya,
Dari waktu ke waktu berbeda,
Angin dan Air berlainan,
Tak ada yang menyatukan.

Orang yang mencintai lebih mengerti, mau mengalah, mau berkorban waktu sesibuk apapun, mau berbagi waktu, berbagi cerita. Jika orang yang dicintai sebaliknya seringkali menuntut, mementingkan diri sendiri, dan tak mau mengalah (menganggap dirinya yang paling benar). Coba periksa ciri-ciri orang yang salah memilih dibawah ini. Apa kamu termasuk golongannya?


Kondisi Jiwa Salah Pilihan:
Jangan berpikir karena salah memilih jadi nggak berpengaruh terhadap jiwa, malah terbukti sesuatu yang menyebabkan seseorang menjadi lemah itu disebabkan karena salah memilih. Cirinya, sebagai berikut: awalnya pedulian tiba-tiba berubah menjadi masa bodoh, gelisah tanpa arah, semangat belajarnya berkurang, salah tingkah, seringkali mengelamun, susah tidur sebab banyak pikiran, seringkali berbohong padahal dulunya dikenal orang jujur, dan sebagainya. Kondisi mentalnya berubah dari seimbang menjadi ngambang atau tak tentu disebabkan jiwanya tertekan oleh rasa bersalah (perasaan).

Coba buktikan dengan kenyataan di lapanagan, seperti apa, apa betul apa dibicarakan aDamssein ini apa nggak?
Jadi, sebelum kita menyesal atau terlambat, lebih baik mencintai orang mencintai kita lebih jelas sebab bisa mengakui dan melengkapi kekurangan kita apa adanya. Kesederhanaan. Rasa bersalah akan kian menghantui atau mengusik jiwa berulang-ulang oleh dirinya sendiri, tertekanlah perasaannya itu. Namun rasa bersalah tersebut akan berhenti saat sudah mencintai orang yang mencintai.

Sayangilah orang mencintai, meski awalnya biasa saja, namun akhirnya akan membawa kita ke dalam ketenangan jiwa. Jika sebaliknya memilih orang yang dicintai biasanya akan menemui kecewa, kecewa, dan kecewa, sekalipun awalnya berkesan nyaman (kenyamanan tersebut akan berubah menjadi bumerang bagi diri sendiri. Lebih menusuk hati maksudnya. Jika tetap tak percaya, silahkan buktikan kebenarannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar